Kamis, 01 November 2012

CIRI-CIRI DATANGNYA DAJAL

>MUNCULNYA DAJJAL ADALAH CIRI AWAL DATANGNYA KIAMAT

13 02 2011 >Al Masih adalah ejaan yang betul dalam semua hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Al Hafizh Ibn Hajar dalam kitabnya Fathul Baari berkata: “Dan siapa yang membacanya dengan ‘Al Masikh’, maka ia telah salah dan membuat buat.”
Beliau (Ibn Hajjar) juga berkata; Al Qadhi Ibn ‘Arabi barkata: “Orang orang yang membaca nama dajjal dengan ‘Al Masikh’ (dengan huruf ‘kh’) atau dengan ‘Al Massih’ (dengan mentasydidkan huruf ‘s’, ,sin’) adalah salah, walaupun mereka bertujuan untuk membedakannya dengan “At Masih ‘Isa Ibn Maryam”. Sedangkan Nabi Muhammad SAW membedakan Masih Adh Dhalalah (Al Masih kesesatan) untuk dajjal dan Masih Al Huda (Al Masih kebenaran) untuk Isa Ibn Maryam. Jadi, orang orang yang bermaksud membesarkan Al Masih Ibn Maryam itu telah merubah ubah hadits Nabi SAW (dengan Al Masikh atau Al Massih).
Dengan demikian kita dapat mengetahui, bahwa panggilan Al Masih digunakan untuk dua orang:
1. Dajal.
2. ‘Isa Ibn Maryam.
Sedangkan Al Masih dalam bahasa ‘Arab berarti ‘yang menghapus’, ‘yang terhapus’, dan ‘yang mengembara’.
‘Isa Ibn Maryam disebut dengan Al Masih, karena ia menghapus penyakit penyakit manusia melalui tangannya dengan izin Allah.’
Dajjal disebut dengan Al Masih, karena mata kanannya terhapus (tak bercahaya) dan alis mata kanannya juga terhapus, atau karena ia akan mengembara ke seluruh penjuru dunia.
Apabila kita ingin bermaksud menyebut Al Masih dengan. dajjal, maka kita harus menyebutnya dengan Al Masihuddajjal. Dan apabila kita hanya menyebut kata Al Masih tanpa. ikatan majemuk, maka kita adalah bermaksud dengan ‘Isa Ibn Maryam.
Adapun kata dajjal berasal dari kata dajlun, yang secara bahasa adalah bermakna “penutup”. Hal itu karena ia menutup kebenaran dengan kebatilan.
Al Masihuddajjal bukanlah dajjal yang pertama, akan tetapi ia adalah dajal yang paling terakhir, sesuai dengan. sabda Rasulullah SAW:
“Sesungguhnya menjelang terjadinya kiamat terdapat 30 dajjal dajjal pendusta.” (HR. Imam Ahmad)
Sebagian ulama berpendapat, bahwa terbitnya matahari dari tempat terbenamnya (Barat) adalah merupakan tanda kiamat besar yang pertama, dengan berdasarkan kepada sebuah hadits shahih yang diriwayatkan dari ‘Abdullah Bin ‘Amru bin Al ‘Ash, dari Nabi SAW:
“Sesungguhnya tanda tanda kiamat besar yang pertama keluar adalah terbitnya matahari dari tempat terbenamnya dan keluarnya seekor binatang (ajaib) kepada manusia pada waktu Dhuha. Tanda yang mana pun diantara dua tanda ini yang lebih dahulu keluar, maka yang lainnya akan muncul dalam waktu yang berdekatan.” (HR. Muslim)
Apa yang mereka katakan tersebut adalah tidak benar. Akan tetapi yang benar adalah, bahwa terbitnya matahari dari arah terbenamnya didahului oleh tiga tanda yang besar, yaitu: Munculnya dajjal. Turunnya ‘Isa Ibn Maryam. Dan keluarnya Ya’juj serta Ma’juj. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
Pertama: Dengan terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, maka tertutuplah pintu taubat, dan untuk apalagi gunanya, Iman bagi seseorang yang belum pernah beriman sebelumya, atau berbuat baik dalam Imannya. Sedangkan yang sudah menjadi ketetapan yang maklum, bahwa dengan turunnya ‘Isa Ibn Maryam ke bumi, ia akan menyeru manusia kepada agama Islam. Dan berimanlah kepadanya beberapa kaum dari orang orang Nasrani, sebagaimana telah berfirman Allah SWT:
“Tidak ada seorang pun dari ahli kitab, kecuali akan beriman kepadanya (‘Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti ‘Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. “ (QS. An Nisa’, 159)
Untuk itu, sekiranya terbitnya matahari dari arah terbenamnya mendahului turunnya ‘Isa Ibn Maryam, maka tidaklah berguna Iman mereka terhadap ‘Isa ketika ia turun. Karenanya:
1. Berkata Al Hafizh Ibn Hajar: “Sesungguhnya masa hidup dajjal adalah sampai ia dibunuh oleh ‘Isa Ibn Maryam. Sedangkan turunnya ‘Isa Ibn Maryam serta keluarnya Ya’juj dan Ma’juj adalah mendahului terbitnya matahari dari arah terbenamnya. Kesimpulan kuat yang dapat diambil dari semua riwayat adalah, bahwa keluarnya dajjal adalah tanda pertama dari tanda tanda besar kiamat. Yang menjadi isyarat akan perubahan umum di muka bumi, yangmana hal itu akan berakhir dengan matinya ‘Isa Ibn Maryam. Sedangkan terbitnya matahari dari arah Barat adalah merupakan tanda besar yang pertama yang menjadi isyarat akan terjadinya perubaban alam atas (angkasa, langit), yangmana hal itu semua akan berakhir dengan kiamat.”
2. Telah berkata Al Baihaqi dalam kitab A/ Ba’tsu wa An Nusyur: “Al Hulaimi menyebutkan, bahwa tanda tanda besar kiamat yang pertama adalah munculnya dajjal, kemudian turunnya ‘Isa Ibn Maryam. Dengan alasan, apabila tanda terbitnya matahari dari arah terbenamnya adalah sebelum turunnya ‘Isa, maka tidaklah ada gunanya bagi orang rang kafir untuk beriman dengan seruan-seruannya. Padahal Iman tersebut tetap bermanfaat bagi mereka. Karena, jika tidak, maka agama pada saat itu tidak akan menjadi satu dengan masuk Islamnya orang orang kafir.”
3. Sebagaimana pendapat yang sudah ditetapkan oleh Ibn Hajar dan Al Baihaqi. Sementara Ibn Katsir juga mempunyai pendapat yang sama, akan tetapi dengan penjelasan yang berbeda. Ibn Katsir berkata: “Bahwa hadits yang menyatakan bahwa tanda tanda besar kiamat yang pertama adalah terbitnya matahari dari arah terbenamnya”, merupakan tanda tanda luar biasa dari hukum alam. Akan tetapi, munculnya dajjal dan turunnya ‘Isa Ibn Maryam begitu juga keluarnya Ya’juj dan Ma’juj adalah merupakan hal hal yang biasa, karena semua mereka adalah manusia yang dapat disaksikan atau makhluk seperti mereka adalah sudah biasa. Sedangkan terbitnya matahari dari arah Barat adalah berlawanan dengan kebiasaan atau ia merupakan tanda tanda samawi.”
Kedua: Munculnya dajjal, turunnya ‘Isa dan keluarnya Ya’juj serta Ma’juj adalah tanda tanda yang harus mendahului tanda terbitnya matahari dari arah Barat. Dengan alasan, bahwa ‘Isa akan hidup di bumi setelah membunuh dajjal dan setelah binasanya Ya’juj serta Ma’juj selama 7 tahun (sebagaimana yang termaktub dalam hadits shahih Muslim), atau 40 tahun (sebagaimana yang termaktub dalam hadits shahih oleh Abu Dawud, dari Abi hurairah).
Maka dari itu, kami mengatakan dan menekankan, bahwa keluarnya dajjal adalah tanda besar kiamat pertama yang akan dilihat oleh manusia. Marilah kita mengawasi hal ini, sehingga kita tidak tersesat nantinya.
[Diambil dari buku “Umur Umat Islam, Kedatangan Imam Mahdi, dan Munculnya Dajjal” karya Amin Muhammad Jamaluddin. Halaman 91-95. Terjemahan diterbitkan oleh Penerbit Cendekia, cetakan keempat belas, Mei 2004.]

misteri DIENG

Misteri Mbah Fanani Yang Bertapa 25 Tahun di Daerah Dieng

E-mail Cetak PDF

Rambut lelaki dengan wajah putih bersih itu gimbal. Bagian depan rambut menutupi wajahnya yang tampan. Sorot matanya bening memandang penuh tenang. Hidung lelaki berkumis tebal itu memang mancung. Ia hanya berselimut sarung duduk diantara dua drum. Itu sebagai penyangga kayu penahan layar rangkap dua dengan pintu dari plastik tempat ia bertapa.
Dibagian belakang gubug kecil itu dipasang triplek. Setiap kali layar atap itu mulai menua dan lusuh maka akan diganti oleh pak Sugiyono yang kebetulan rumahnya persis di depan tempat mbah Fanani bertapa. Ketika kami mencoba membuka pintu plastik tempanya bertapa dan menyapanya dengan salam ia diam seribu bahasa.
“Assalamualaikum mbah,” kata kami kepadanya. Ia hanya diam saja. Mata memandang kebawah lalu ia hanya melumatkan bibirnya.
Dalam suasana penuh tanda tanya itu angin dingin yang berhembus bersahut kencang dengan raungan bunyi mesin-mesin dipinggir jalan tak ku hiraukan. Tampak dibawah pintu itu dua gelas bekas minuman air putih dan teh serta dua mangkok bekas bakso dan mie. Didalam ruangan tersebut terlihat pengab. Namun kondisi tersebut tak dihiraukan oleh mbah Fanani. Meski tampak lusuh ada aura positif yang terpancar dari badannya. Ia hanya melumatkan kedua bibirnya yang tampak merah.
Setelah beberapakali berhasil mengambil gambar beliau dengan ijin beberapakali dengan berbahasa Indonesia akhirnya saya putuskan untuk menutup kembali pintu tempatnya bertapa.
Menurut pak Ono bahwa mbah Fanani bertapa di tepi jalan kawasan RT 1 RW 1 depan musala Al-Amin itu sudah 20 tahun. Setiap pagi ia mengaku memberinya makan mie goreng dan malam harinya kadang ada juga diberi nasi goreng  lengkap dengan minum teh hangat dan air putih.
“Barusan saya ganti layar atap tempatnya bertapa. Ia tidak mau diberi pakaian bagus dan sandal jepit. Tiap bulan sekali keluarganya dari Kuningan Jawa Barat selalu menengok perkembangan dia,” katanya.
Lain halnya dengan penturan Susliono. Lelaki berusia 35 tahun yang berjualan bakso dekat tempat mbah Fanani bertapa tersebut mengaku tiap siang selalu memberikan bakso. Ia menyadari tak tahu kapan mbah Fanani keluar dari tempat tersebut untuk sekedar buang air besar dan air kencing. Itu terjadi bagi semua warga Wonosobo yang dulu pernah memenangi saat dia bertapa di Desa Tieng Kecamatan Kejajar.
“Ia tapa bisu.Saya hanya ingin berbagi dengan sesama dan Alhamdulillah rejeki lancar,” kata warga Garung Wonosobo yang bolak-balik tiap hari untuk berjualan bakso tersebut.
Meski terjadi hujan deras dan panas, lanjut dia, mbah Fanani tak pernah beranjak dari duduknya. Ia tetap diam di dalam bangunan kecil di pinggir jalan tersebut. Keadaaan lelaki yang tak pernah diketahui pernah mandi di Desa tersebut tak pernah membuat masyarakat merasa terganggu. Sebaliknya masyarakat sepertinya sudah terbiasa dengan sikap aneh yang muncul dari dalam diri mbah Fanani.
“Jika sewaktu-waktu keluar diberi bakso tangannya juga mau menerima meski dia bergerak dari tempat satu dengan yang lain dengan merangkak. Alhamdulillah bakso saya selalu habis,” ujarnya.
Susliono mengaku pernah diajak berbicara dengan mbah Fanani dalam bahasa Indonesia. Suatu malam mbah Fanani mengaku pernah diusir oleh seorang putri agar pergi dari tempat tersebut.”Akibatnya ia merangkak cepat sekitar 500 meter sampai pos polisi di Desa Dieng Kulon ini,” paparnya.
Kejadian lain, lanjut dia, banyak orang dari Kudus, Banjarnegara yang berbondong-bondong ke tempat pertapaan mbah Fanani. Mereka membawa beberapa botol air mineral.”Botol air itu diletakkan ditempat mbah Fanani bertapa, setelah seperempat jam dengan doa penuh keyakinan mereka lalu meninggalkan tempat mbah Fanani,” paparnya.
Ketika keluarga warga Kuningan ini bertandang ke tempat ia bertapa menggunakan mobil mbah Fanani juga tak mau diajak berbicara. Kendati ditawari untuk berganti pakaian ia tetap menolak mengenekannya.”Mbah Fanani sepertinya lebih nyaman hidup tanpa mengenakan pakaian bagus. Ia bilang bahwa laku yang ia perbuat itu karena dulu kakekknya pernah bertapa selama tiga tahun di kawah Sikidang dan Sumur Jolotundo objek wisata Dieng wilayah Kabupaten Wonosobo,” tandasnya.
Dari informasi yang dihimpun dan berhembus luas di tengah masyarakat Wonosobo lelaki misterius yang diduga memiliki nilai mistis ini memiliki pandangan tersendiri dengan dataran tinggi Wonosobo. Sebagaimana tertera dalam ramalam Jayabaya wilayah Kedulangmas (Kedu, Magelang dan Banyumas) nantinya akan ditutupi dengan banjir bandang. Karena itu mbah Fanani memiliki pandangan bahwa dia tidak akan kembali ke tanah kelahirannya sebelum kejadian tersebut terjadi di wilayah Wonosobo.
“Mbah Fanani berkata dia akan kembali ke rumahnya di Kunginan Jawa Barat dengan naik perahu,” kata Budiyanto warga Wonosobo.
Atas dasar pemahaman itulah lelaki yang disebut-sebut sebagai manusia aneh dan langka di zaman modern saat ini terus duduk diam di dataran tinggi Dieng.
Meski sebagian besar masyarakat dilokasi tersebut mengenakan kaos kaki dan kaos tangan serta baju serta celana panjang namun mbah Fanani memilih telanjang dada. Hanya kain sarung saja yang menempel dibagian tubuhnya. Ia merasa damai dengan kondisi tersebut lantaran memiliki pandangan lain pada umumnya yang terjadi atas berbagai konstruksi agama, budaya dan keyakinan yang terjadi ditengah masyarakat umum.(Yudi)

Komputer / Laptop anda penuh virus ? lelet ? sering error ??
Bawa aja ke dr.Virus, para dokter kami siap membasmi habis virus2 nakal di komputer anda, tentunya dengan harga super murah dan memuaskan!
Bersihin virus + bersihin registry error + optimasi memory + bersihin trace + defrag + maintenance
= Anda cukup bayar Rp 10.000,- * (Spesial pelajar)
Kami beri JAMINAN satu bulan! kalau dalam satu bulan komputer anda kena virus, bawa ke dr.Virus, kami bersihkan komputer anda GRATIS !!! **
Ayo tunggu apa lagi ??? sebelum data2 penting anda hilang, bawa ke dr.Virus SEKARANG JUGA !!!
Alamat :
Jalan Sabuk Alu 121 B, Wonosobo ( Satu gedung dengan WH Cafe, bawah kantor Setda Wonosobo ).
Telp : 0286 324 431
Email : info@doktervirus.net

Twitter : http://www.twitter.com/virusdokter
Web : www.doktervirus.net
dr.Virus juga mengembangkan antivirus sendiri yg dinamai dr.Virus Antivirus, merupakan satu-satunya antivirus di Indonesia yg bisa mengenali virus2 polymorphic.
* = Untuk umum : Rp 20.000,-
** = Syarat dan ketentuan berlaku

Comments (2)

anak gmbal tanpa mahkota

ANAK GIMBAL - Raja Tanpa Mahkota dari Dieng

Bagi kebanyakan orang, rambut gimbal adalah pilihan untuk mencerminkan gaya hidup. Tidak demikian dengan gimbal yang banyak ditemui pada anak-anak kecil di Dataran Tinggi Dieng. Sebagai tanah yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para dewa, aura mistis dan berbagai mitos masih sangat kental terasa dalam kehidupan masyarakatnya. Salah satunya yang paling menarik adalah fenomena anak gimbal ini. Anak gimbal Dieng terlahir normal, sama dengan anak-anak yang lainnya. Pada suatu fase, tiba-tiba rambut mereka berubah gimbal dengan sendirinya. Berbagai penelitian untuk menyelidiki penyebabnya secara ilmiah belum membuahkan hasil.
Pada kesehariannya anak-anak ini tidak berbeda dan tidak diperlakukan spesial dibandingkan teman-temannya. Hanya saja mereka cenderung lebih aktif, kuat dan agak nakal. Apabila bermain dengan sesama anak gimbal, pertengkaran cenderung sering terjadi antara mereka. Warga Dieng percaya bahwa mereka ini adalah keturunan dari pepunden atau leluhur pendiri Dieng dan ada makhluk gaib yang "menghuni" dan "menjaga" rambut gimbal ini. Gimbal bukanlah genetik yang bisa diwariskan secara turun temurun. Dengan kata lain, tidak ada seorangpun yang tahu kapan dan siapa anak yang akan menerima anugerah ini. Konon leluhur pendiri Dieng, Ki Ageng Kaladite pernah berpesan agar masyarakat benar-benar menjaga dan merawat anak yang memiliki rambut gimbal.

Keinginannya Harus Dituruti

Rambut gimbal tidak akan selamanya bersarang di kepala si anak gimbal. Melalui sebuah prosesi, rambut ini harus dipotong karena ada kepercayaan bahwa jika dibiarkan hingga remaja maka akan membawa musibah bagi si anak dan keluarganya. Prosesi pemotongan tidak boleh sembarangan. Anak gimbal sendiri yang menentukan waktunya. Jika dia belum meminta, maka gimbal akan terus tumbuh walaupun dipotong berkali-kali. Selain ritual-ritual yang harus dilakukan, sang orang tua juga harus memenuhi permintaan anaknya. Apapun permintaan mereka, seaneh dan sesulit apapun, harus disediakan pada saat prosesi pemotongan rambut. Ada-ada saja yang diinginkan oleh mereka. Dari yang wajar seperti sepeda atau sepasang ayam, yang aneh seperti sebumbung kentut, hingga yang sulit dipenuhi seperti satu truk sapi atau mobil sedan. YogYES sempat membayangkan betapa repotnya bila memiliki anak gimbal seperti ini. Apalagi masyarakat percaya bahwa semua keinginannya harus dipenuhi karena kalau tidak maka si anak akan menderita sakit. Namun ternyata tidak. Orang Dieng menganggap bahwa anak gimbal adalah berkah yang akan membawa keberuntungan bagi mereka. Permintaan yang sulit pun cukup fleksibel dan bisa diakali. Bila si anak meminta satu truk sapi misalnya, si orangtua cukup membeli satu kilogram daging sapi dan meletakkannya di atas truk. Permintaan mobil sedan pun bisa dikabulkan dengan membelikan mainan berupa mobil-mobilan berbentuk sedan.
Setiap bulan Agustus atau Sura dalam penanggalan Jawa, diadakan prosesi ruwatan massal di kompleks Candi Arjuna. Anak-anak gimbal dimandikan dengan air dari 7 mata air, diarak dan dilempari beras kuning dan uang koin, kemudian dipotong rambutnya oleh pemuka adat yang kemudian melarungnya di Telaga Warna. Namun beberapa orang memilih untuk melakukan prosesi dan acara sendiri. Ada rasa tidak tega melihat anaknya harus memakai ikat kepala putih dan selendang dari kain mori yang biasa digunakan untuk membungkus mayat. Apalagi prosesi pelemparan beras kuning dan uang koin juga biasa dilakukan untuk upacara pemakaman jenazah orang yang sudah meninggal.
Fenomena anak gimbal ini memang sudah lazim di kalangan masyarakat Dieng. Namun bagi orang luar, peristiwa ini adalah sesuatu yang aneh, unik, dan mungkin sulit diterima dengan logika. Yang jelas, anak-anak gimbal ini ibarat menjadi “raja” yang akan dikabulkan semua keinginannya hingga masa ketika tiba waktu untuk dipotong mahkota gimbalnya.
Copyright © 2010 YogYES.COM