Misteri Mbah Fanani Yang Bertapa 25 Tahun di Daerah Dieng
Rambut
lelaki dengan wajah putih bersih itu gimbal. Bagian depan rambut
menutupi wajahnya yang tampan. Sorot matanya bening memandang penuh
tenang. Hidung lelaki berkumis tebal itu memang mancung. Ia hanya
berselimut sarung duduk diantara dua drum. Itu sebagai penyangga kayu
penahan layar rangkap dua dengan pintu dari plastik tempat ia bertapa.
Dibagian
belakang gubug kecil itu dipasang triplek. Setiap kali layar atap itu
mulai menua dan lusuh maka akan diganti oleh pak Sugiyono yang kebetulan
rumahnya persis di depan tempat mbah Fanani bertapa. Ketika kami
mencoba membuka pintu plastik tempanya bertapa dan menyapanya dengan
salam ia diam seribu bahasa.
“Assalamualaikum mbah,” kata kami kepadanya. Ia hanya diam saja. Mata memandang kebawah lalu ia hanya melumatkan bibirnya.
Dalam
suasana penuh tanda tanya itu angin dingin yang berhembus bersahut
kencang dengan raungan bunyi mesin-mesin dipinggir jalan tak ku
hiraukan. Tampak dibawah pintu itu dua gelas bekas minuman air putih dan
teh serta dua mangkok bekas bakso dan mie. Didalam ruangan tersebut
terlihat pengab. Namun kondisi tersebut tak dihiraukan oleh mbah Fanani.
Meski tampak lusuh ada aura positif yang terpancar dari badannya. Ia
hanya melumatkan kedua bibirnya yang tampak merah.
Setelah
beberapakali berhasil mengambil gambar beliau dengan ijin beberapakali
dengan berbahasa Indonesia akhirnya saya putuskan untuk menutup kembali
pintu tempatnya bertapa.
Menurut
pak Ono bahwa mbah Fanani bertapa di tepi jalan kawasan RT 1 RW 1 depan
musala Al-Amin itu sudah 20 tahun. Setiap pagi ia mengaku memberinya
makan mie goreng dan malam harinya kadang ada juga diberi nasi goreng
lengkap dengan minum teh hangat dan air putih.
“Barusan
saya ganti layar atap tempatnya bertapa. Ia tidak mau diberi pakaian
bagus dan sandal jepit. Tiap bulan sekali keluarganya dari Kuningan Jawa
Barat selalu menengok perkembangan dia,” katanya.
Lain
halnya dengan penturan Susliono. Lelaki berusia 35 tahun yang berjualan
bakso dekat tempat mbah Fanani bertapa tersebut mengaku tiap siang
selalu memberikan bakso. Ia menyadari tak tahu kapan mbah Fanani keluar
dari tempat tersebut untuk sekedar buang air besar dan air kencing. Itu
terjadi bagi semua warga Wonosobo yang dulu pernah memenangi saat dia
bertapa di Desa Tieng Kecamatan Kejajar.
“Ia
tapa bisu.Saya hanya ingin berbagi dengan sesama dan Alhamdulillah
rejeki lancar,” kata warga Garung Wonosobo yang bolak-balik tiap hari
untuk berjualan bakso tersebut.
Meski terjadi hujan deras dan panas, lanjut dia,
mbah Fanani tak pernah beranjak dari duduknya. Ia tetap diam di dalam
bangunan kecil di pinggir jalan tersebut. Keadaaan lelaki yang tak
pernah diketahui pernah mandi di Desa tersebut tak pernah membuat
masyarakat merasa terganggu. Sebaliknya masyarakat sepertinya sudah
terbiasa dengan sikap aneh yang muncul dari dalam diri mbah Fanani.
“Jika
sewaktu-waktu keluar diberi bakso tangannya juga mau menerima meski dia
bergerak dari tempat satu dengan yang lain dengan merangkak.
Alhamdulillah bakso saya selalu habis,” ujarnya.
Susliono
mengaku pernah diajak berbicara dengan mbah Fanani dalam bahasa
Indonesia. Suatu malam mbah Fanani mengaku pernah diusir oleh seorang
putri agar pergi dari tempat tersebut.”Akibatnya ia merangkak cepat
sekitar 500 meter sampai pos polisi di Desa Dieng Kulon ini,” paparnya.
Kejadian
lain, lanjut dia, banyak orang dari Kudus, Banjarnegara yang
berbondong-bondong ke tempat pertapaan mbah Fanani. Mereka membawa
beberapa botol air mineral.”Botol air itu diletakkan ditempat mbah
Fanani bertapa, setelah seperempat jam dengan doa penuh keyakinan mereka
lalu meninggalkan tempat mbah Fanani,” paparnya.
Ketika
keluarga warga Kuningan ini bertandang ke tempat ia bertapa menggunakan
mobil mbah Fanani juga tak mau diajak berbicara. Kendati ditawari untuk
berganti pakaian ia tetap menolak mengenekannya.”Mbah Fanani sepertinya
lebih nyaman hidup tanpa mengenakan pakaian bagus. Ia bilang bahwa laku
yang ia perbuat itu karena dulu kakekknya pernah bertapa selama tiga
tahun di kawah Sikidang dan Sumur Jolotundo objek wisata Dieng wilayah
Kabupaten Wonosobo,” tandasnya.
Dari
informasi yang dihimpun dan berhembus luas di tengah masyarakat
Wonosobo lelaki misterius yang diduga memiliki nilai mistis ini memiliki
pandangan tersendiri dengan dataran tinggi Wonosobo. Sebagaimana
tertera dalam ramalam Jayabaya wilayah Kedulangmas (Kedu, Magelang dan
Banyumas) nantinya akan ditutupi dengan banjir bandang. Karena itu mbah
Fanani memiliki pandangan bahwa dia tidak akan kembali ke tanah
kelahirannya sebelum kejadian tersebut terjadi di wilayah Wonosobo.
“Mbah Fanani berkata dia akan kembali ke rumahnya di Kunginan Jawa Barat dengan naik perahu,” kata Budiyanto warga Wonosobo.
Atas
dasar pemahaman itulah lelaki yang disebut-sebut sebagai manusia aneh
dan langka di zaman modern saat ini terus duduk diam di dataran tinggi
Dieng.
Meski
sebagian besar masyarakat dilokasi tersebut mengenakan kaos kaki dan
kaos tangan serta baju serta celana panjang namun mbah Fanani memilih
telanjang dada. Hanya kain sarung saja yang menempel dibagian tubuhnya.
Ia merasa damai dengan kondisi tersebut lantaran memiliki pandangan lain
pada umumnya yang terjadi atas berbagai konstruksi agama, budaya dan
keyakinan yang terjadi ditengah masyarakat umum.(Yudi)
Komputer / Laptop anda penuh virus ? lelet ? sering error ??
Bawa aja ke dr.Virus, para dokter kami siap membasmi habis virus2 nakal di komputer anda, tentunya dengan harga super murah dan memuaskan!
Bersihin virus + bersihin registry error + optimasi memory + bersihin trace + defrag + maintenance= Anda cukup bayar Rp 10.000,- * (Spesial pelajar)
Bersihin virus + bersihin registry error + optimasi memory + bersihin trace + defrag + maintenance= Anda cukup bayar Rp 10.000,- * (Spesial pelajar)
Kami beri JAMINAN satu bulan! kalau dalam satu bulan komputer anda kena virus, bawa ke dr.Virus, kami bersihkan komputer anda GRATIS !!! **
Ayo tunggu apa lagi ??? sebelum data2 penting anda hilang, bawa ke dr.Virus SEKARANG JUGA !!!
Alamat :
Jalan Sabuk Alu 121 B, Wonosobo ( Satu gedung dengan WH Cafe, bawah kantor Setda Wonosobo ).
Telp : 0286 324 431
Email : info@doktervirus.net
Twitter : http://www.twitter.com/virusdokter
Web : www.doktervirus.net
Jalan Sabuk Alu 121 B, Wonosobo ( Satu gedung dengan WH Cafe, bawah kantor Setda Wonosobo ).
Telp : 0286 324 431
Email : info@doktervirus.net
Twitter : http://www.twitter.com/virusdokter
Web : www.doktervirus.net
dr.Virus
juga mengembangkan antivirus sendiri yg dinamai dr.Virus Antivirus,
merupakan satu-satunya antivirus di Indonesia yg bisa mengenali virus2
polymorphic.
* = Untuk umum : Rp 20.000,-
** = Syarat dan ketentuan berlaku
** = Syarat dan ketentuan berlaku



DUDUK.
Mbah Fanani sedang duduk di dalam gubug kecil pinggir jalan depan
Musola Al-Amin Desa Dieng Kulon. Ia melakukan aktivitas di tempat
tersebut sudah 20 tahun hingga 2011 ini. (foto:yudi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar